Senin, 14 Januari 2008

Sebuah cerita tentang TPP

Kemarin sore pas abis kuliah rikpa, temen nanyain mo PKL di mana?abis kuliah pusing eh ditanyain gituan ya cuma bisa bengong…sempet kepikiran juga sich masalah PKL, penempatan kerja kan udah tingkat tiga. Pengennya sich tar PKL bisa di KPP deket rumah, kalo perlu penempatannya sekalian, tapi bingung bayangin gimana prosedurnya, birokrasinya, gimana ngurusnya, kok kayaknya belibet banget. Eh temenku bingung “gitu aja kok repot kan ada TPP”. Pernah denger sich istilah itu tapi ngga mudheng gitu, terus sambil nunggu hujan reda ngobrol deh kita tentang TPP tapi kok kayaknya ga semua yang lo denger tu bener.

Nah biar kejadian tadi ngga menimpa temen-temen, kita butuh info tentang TPP valid dan bener-bener bisa dipercaya. Akhirnya habis searching berjam-jam, abis ngobrak-abrik perpus ketemu deh info tentang TPP yang valid dan dapat dipercaya, moga aja berguna bagi kita semua.

Apa sich TPP

Sejak zaman Hadi Poernomo (mantan big boss) udah ada yang namanya tim sukses yang ngurusin segala macem pernak-pernik yang berhubungan dengan instansi pengguna. Tim ini yang ngebantu dan mengakomodasi keperluan mahasiswa dengan instansi pengguna tersebut, yach kayak jadi jembatan penghubung gitu. Biar kerjanya lebih mudah tiap spesialisasi membentuk tim sukses masing-masing. Nah karena kita di spesialisasi pajak maka dibentuk tim sukses juga yang dikasih nama Tim Peduli Pajak (TPP).Bukannya sekedar mengekor angkatan-angkatan sebelumnya ato cuma buat meneruskan tradisi, tapi emang bener kita semua butuh tim seperti ini, kayaknya dengan adanya TPP kita semua bisa lebih mudah ngurus segla sesuatunya, lebih terkoordinasi dan lebih cepat merasakan nikmatnya mengabdi pada negara. Nggak lucu kan kalo kita harus satu-satu menghadap Kabag kepegawaian untuk ngurus pengangkatan kita.

Kok bisa sebegitu dahsyatnya sich TPP, emang kerjaannya ngapain ja?Wah kalo ngomongin kerjaan kalo ditulis bisa melebihi tebalnya buku advanced edisi delapan. Tapi pada prinsipnya ada dua tahap dalam proses TPP ini. Yang pertama tahap pra lulus. Di tahap ini TPP ngurusin masalah PKL kita semua, mengenai tema, dosen pembimbing, jadwal karya tulis, walaupun udah ditentuin sekre tapi TPP lah yang mentransfer ke kita semua. Dan yang sensitif, mengakomodasi keinginan kita semua tenatng tempat PKL, buat yang homesick, pengen ngobatin kangen ma ortu, ato sekedar nyicil tebar pesona ke mertua pasti pengen PKL di daerah masing-masing. Tetapi ngga semua tempat ada KPP dan ngga semua KPP bisa jadi tempat PKL, makanya TPP yang ngusahain keinginanmu tercapai, walo ngga semua bisa terkabul tapi diusahain biar semua merasa aman dan nyaman, win-win solution lah. Di tahap ini TPP lebih banyak berkordinasi dengan sekretariat. Yang kedua tahap lulus. Di tahap ini beban kerjanya lebih berat, karena langsung berurusan dengan direktorat jendral pajak. Eh tau ngga TPP tu selain ngurusin kita-kita semua ternyata juga bantuin temen-temen akun yang penemapatan pajak, anak-anak PBB, sama DI pajak di daerah-daerah, uh sungguh mulianya. Kok bisa? Ya karena DJP Cuma kenal dan mo ngurus kalo dari TPP doang, jadi bangga gitu. Di tahap ini kerjaannya berkutat soal pemebrkasan syarat-syarat pengangkatan kita jadi PNS. Setelah berkas dari kita udah selesai trus di-compile TPP langsung deh diajuin ke Kabag Kepegawaiannya DJP. Ngga berhenti di situ TPP masih bekerja ngawal proses pengangkatan kita ampe bener-bener SK PNS bisa kita simpan masing-masing, di brankas kalo perlu. Setelah diitung-itung dengan kerja sebanyak itu ternyata TPP bekerja selama lebih dari 2 taon, TPP tetap ngerjain tugas buat bantu kita-kita bahkan ampe kita cuma bisa ngliat wajah temen-temen dari buku angkatan doang.

Pastinya pernah denger kan berita orang yang rugi puluhan bahkan ratusan juta demi lolos saat tes PNS, kasihan ya orang yang kena tipu itu tapi lebih kasihan yang nipu pastinya dia bakal dapat siksa di akhirat kelak hiii...Walo pun bukan calo ato orang yang menjanjikan sesuatu TPP juga butuh dana buat biaya operasional dalam rangka nyelesein kerjaan tadi. Yang pasti dana yang dibutuhin ngga sebesar itu, prinsipnya dana yang diperluin emang buat kebutuhan kerjaan. Dan tentu aja agar TPP mandiri dan independen dana yang didapat berasal dari kita semua biar ngga ada intervensi dari pihak luar. Nantinya kita semua iuran buat menutupi kebutuhan dana TPP, termasuk pengurus TPPnya lho. Lagian TPP ini kan dari kita, oleh kita, untuk kita.

Wah kayaknya dah banyak nih mbahas soal TPP, ternyata TPP penting banget buat ngelancarin ikhtiar kita 3 tahun di sini. Sukses dah buat TPP nantinya.

Sekilas tentang Tim Peduli Pajak 2007

Seandainya teman-teman (calon pegawai pajak 07) adalah Nasi Goreng - TPP pasti jadi garamnya, seandainya Es Teh Manis – TPP pasti jadi gulanya, seandainya Nasi Uduk – TPP pasti jadi…mmm…koq malah jadi warteg ya..? Yang pasti, TPP itu penting banget lah buat kemaslahatan kita bersama selaku calon pegawai pajak 07.

Sebagaimana kita semua ketahui, TPP adalah representasi kita dalam wujud sebuah organisasi yang diharapkan dan berusaha untuk menjadi tim sukses atas segala urusan administrasi kelulusan hingga pengangkatan kita kelak menjadi PNS. Adapun format TPP ’07 tidak jauh beda dengan tahun – tahun sebelumnya. TPP tersusun atas Badan Pengurus Harian (BPH) yang terdiri atas KETUA, SEKRETARIS, dan BENDAHARA yang tugasnya semua pasti udah pada tahu.

Kemudian ada Bidang HUMAS yang terdiri atas HUMAS INTERNAL, HUMAS EKSTERNAL, dan BIDANG INFORMASI TEKNOLOGI (IT). Humas Internal bertugas sebagai komunikator antara TPP dengan pihak – pihak internal kampus STAN, meliputi mahasiswa pajak, pihak lembaga kampus, dan pihak – pihak lain yang kelak harus berhubungan dengan kepegawaian DJP dari dalam kampus. Sedangkan Humas Eksternal berperan sebagai penghubung TPP dan / atau pihak internal kampus dengan pihak – pihak di luar kampus, seperti kepegawaian DJP, dll. Lalu Bidang IT adalah bidang yang kelak akan mengurus komunikasi kita via teknologi informasi, seperti buletin, website, dll.

Lalu ada lagi yang namanya BIDANG KESEKRETARIATAN yang terdiri atas BIDANG DATABASE & PEMBERKASAN dan BIDANG RUMAH TANGGA. Bidang Database & Pemberkasan akan mengurus pengadministrasian database serta berkas – berkas terkait, termasuk masalah polling. Sementara Bidang Rumah Tangga akan mengurus kelangsungan Posko TPP dengan segala tetek-bengeknya.

Kedepannya, TPP inilah yang akan berusaha untuk mensukseskan segala keperluan administrasi kelulusan hingga pengangkatan kita kelak menjadi PNS. Mengingat jangka waktu dan beban kerja serta tanggung jawab yang cukup berat, partisipasi dan kerjasama rekan – rekan sekalian tentu akan menjadi sangat penting bagi kesuksesan TPP ini.

Nah, sekilas tentang TPPnya udah cukup terkilas kan? Kalau masih ada sesuatu yang mau ditanyakan atau disampaikan, rekan – rekan dapat menghubungi CP TPP di nomor 081905261308 (nggak terima miscall tapi ya…)

yO...!!! TPP is in da House...

Wohooy…! Kawula muda calon pegawai pajak yang cakep - cakep, ada kabar baru nih! TPP sebagai fasilitator temen-temen smua, bikin blog lho lho...

Buat kalian - kalian yang haus akan gossip seputar dunia selebritis, atau yang lagi interest dengan masalah pergolakan politik bangsa, atau mungkin yang lagi cari berita2 soal Pilkada? Waduh – waduh, maap ya, soalnya bulletinnya cuman bakal memuat hal – hal tentang KITA.

KITA…???!

Yo’i banget. Jadi, blog ini bakalan mengulas berbagai hal seputar kita, mulai dari TPP itu sendiri, magang, penempatan, sampe masalah pengangkatan PNS nanti. Dengan hadirnya blog ini, diharapkan teman – teman smua nggak lagi jadi katro’ atau ndeso seputar masalah – masalah di atas, hehehe. Blog ini sendiri, rencananya akan selalu kita up date sehingga bisa selalu memenuhi kebutuhan informasi bagi kita semua…

Selain itu lahirnya blog ini dilatarbelakangi oleh masukan yang disampaikan oleh Bagian Kepegawaian DJP yang menginginkan adanya media komunikasi bagi angkatan kita yang hanya bisa diakses bagi teman-teman yang membutuhkan sehingga diharapkan tidak terjadi adanya penyalahgunaan informasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Nah, untuk selanjutnya diharapkan teman-teman semua bisa berpartisipasi dalam usaha pemaksimalan media ini sehingga dapat menghadirkan manfat pada kita semua. Amiin…